Efektivitas Kerja

Apa Itu Resiliensi? Ini Pembahasannya

Mengoptimalkan Karir dengan Resiliensi: Menghadapi Tantangan di Dunia Kerja

Dunia kerja adalah panggung tempat resiliensi seorang individu diuji. Sebagai seorang pekerja, Anda telah setuju untuk mengemban setiap tanggung jawab yang dihadirkan. Masalah, satu demi satu, muncul sebagai ujian sehari-hari. Seorang pekerja yang memiliki resiliensi yang kuat tidak akan mudah terguncang oleh beban kerja dan kegagalan. Namun, apa itu resiliensi? Sudahkah Anda mengukur sejauh mana kekuatan Anda ketika masalah kerja datang menghampiri?

Memahami Resiliensi yang Tidak Semua Orang Sadari

Bayangkan Anda dipanggil ke ruangan atasan karena kesalahan yang Anda lakukan. Bagaimana perasaan Anda? Sedih, kesal, kecewa? Perasaan tersebut wajar, namun yang lebih penting adalah langkah apa yang akan Anda ambil selanjutnya. Resiliensi adalah tentang melihat kegagalan sebagai pengalaman berharga dan bangkit kembali. Kemampuan untuk mengatasi pasang surut dan bangkit dari tantangan adalah inti dari resiliensi.

Ketika berbicara tentang ketahanan atau resiliensi, ini mencakup kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan muncul dari tantangan. Karyawan yang memiliki resiliensi dapat mengelola segala sesuatu mulai dari beban kerja yang berat hingga rekan kerja yang membuat frustrasi.

Mengapa Resiliensi Diperlukan pada Dunia Kerja

Bekerja bersama orang lain memicu dinamika kompleks. Komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, sering menjadi pemicu konflik. Keberhasilan yang berselang-seling dalam pekerjaan bisa membuat kita merasa down atau kehilangan motivasi. Mengikuti emosi negatif dapat merugikan karir Anda, namun, mengatasi dan bangkit dari keterpurukan akan meningkatkan ketahanan mental dan membantu menyelesaikan pekerjaan.

Meskipun ekspresi emosional seperti sedih dan kecewa normal, mereka harus diatur agar tidak menghambat produktivitas. Menahan diri di tengah kesibukan akan membantu Anda mempertahankan fokus untuk mencapai target.

Baca Juga : Sulit Fokus Saat Kerja Dari Rumah? Gak Lagi Dong!

Resiliensi Membuat Seseorang Lebih Optimal dalam Berkari

Menurut CEO dari Institute of Managers and Leaders, resiliensi bukan hanya tentang menghadapi situasi sulit, tetapi juga tentang menemukan cara untuk maju. Ini membantu Anda tidak terjebak dalam situasi yang dapat merugikan kesejahteraan Anda.

Cara Melatih Resiliensi Diri Agar Tahan Banting dalam Karir

1. Mengenal dan Memahami Kesejahteraan Emosional

Sadari dan kelola setiap emosi yang muncul. Berikan kontrol atas emosi seperti marah, kecewa, atau sedih. Hal ini membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran emosional.

2. Networking dengan Mereka yang Sefrekuensi

Berbagi beban kerja dengan rekan kerja atau di luar pekerjaan dapat memberikan solusi yang beragam. Bergabung dengan lingkungan kerja yang lebih sehat juga dapat membantu.

3. Terbuka pada Pertumbuhan dan Perkembangan Diri

Sadari kelebihan dan kekurangan Anda, lihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.

4. Menciptakan Tempat Kerja yang Kondusif

Membuat tempat kerja yang nyaman dan kondusif, seperti coworking space dari StartSpace, dapat mencegah situasi merugikan dan meningkatkan produktivitas.

Kesimpulan

Dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja, resiliensi menjadi kunci. Pelajari cara mengelola emosi, beradaptasi, dan berkembang menjadi pekerja yang tahan banting. Dengan memahami apa itu resiliensi, Anda dapat mengoptimalkan karir Anda dan menjauh dari burnout serta stres. Ingatlah, kegagalan bukan akhir, melainkan peluang untuk berkembang. Ambil sedikit istirahat dengan melakukan pekerjaan melalui tempat yang lebih tenang seperti coworking space. StartSpace merupakan salah satu coworking space yang menyediakan tempat untuk Anda bekerja dengan nyaman. Jadilah pekerja yang tangguh dan siap menghadapi setiap tantangan dalam perjalanan karir Anda.

 

Related posts

Mengelola Cuti Karyawan Antara Keseimbangan dan Perasaan

Jafar Faqih

6 Tugas dan Tanggung jawab Analisis Riset Pasar

Jafar Faqih

Membahas Kestabilan Karir di Bidang Human Resources (HR)

Jafar Faqih